Trifanny's Blog

4 January 2010

Sosro : Bertahan Dalam Persaingan

Filed under: Management — Maria Trifanny Fransiska @ 16:27

Teh Sosro

PT. SINAR SOSRO termasuk salah satu perusahaan di Indonesia yang masih dan terus kompetitif hingga saat ini. Melalui produk utamanya Teh Botol Sosro dan beberapa produk alternatifnya seperti Fruit Tea, Joy Tea, dan Teh Celup, saat ini PT SINAR SOSRO telah menjelma menjadi raja produk teh dalam kemasan botol. Pangsa pasarnya diperkirakan sekitar 90%. Sementara omsetnya tahun 2004 ditaksir lebih dari Rp 2 triliun (Majalah SWA, 12 Mei 2005).

Sejarah Singkat PT. SINAR SOSRO

Berdiri pada tahun 1974, PT SINAR SOSRO merupakan perusahaan minuman teh siap minum dalam kemasan botol yang pertama di Indonesia dan di dunia. Merek SOSRO yang sudah dikenal di masyarakat, sebenarnya merupakan singkatan dari nama keluarga yaitu Sosrodjojo yang mulai merintis usaha Teh Wangi Melati pada tahun 1940 di Slawi, Jawa Tengah. Pada era 1970-an, sang perintis Sosrodjojo menciptakan diferensiasi produk dengan menjual air teh siap minum dalam kemasan botol. Penciptaan produk ini sekaligus melawan budaya minum teh bangsa Indonesia saat itu yang umumnya dilakukan pagi hari dalam cangkir dan disajikan hangat. Hal ini yang menyebabkan pada awal kemunculannya produk ini tidak banyak dilirik konsumen, bahkan kehadirannya justru dianggap sebuah keanehan. Namun demikian para pengusaha Sosro tidak patah arang, mereka terus mengedukasi pasar bahwa minum teh dalam botol tak kalah nikmat dibanding menyeruput teh dalam cangkir.

Salah satu kekuatan utama Sosro terletak pada kualitas produknya, khususnya pada rasanya. Beberapa konsumen teh botol  yang loyal selalu mengatakan rasa teh botol adalah yang terbaik. Wangi melati tidak terlalu kuat, kekentalan, dan rasa manis yang pas adalah
kombinasi terbaik yang dirasakan. Beberapa pesaing dikatakan ada yang tehnya terlalu enteng dan wangi melatinya seperti air rendaman melati. Namun demikian, selain kualitas produk, masih ada beberapa point yang menjadi kekuatan Sosro sehingga dapat diterima dan bertahan hingga saat ini, seperti yang dijabarkan pada bahasan di bawah ini.

Kekuatan Sosro dalam menghadapi Arus Persaingan

  1. Sistem Distribusi yang tersebar dan sigap
  2. Kesuksesesan Sosro dalam merebut hati konsumen sesungguhnya bisa dilihat dari aspek pemasaran dan distribusi yang cukup unik. Sosro, dalam beberapa hal, telah mengabaikan hukum-hukum umum yang terdapat di ilmu pemasaran. Misalnya saja mengenai perlunya riset pasar sebelum meluncurkan produk lewat iklan di berbagai media cetak ataupun elektronik. Distribusi Sosro, khususnya untuk produk andalannya Teh Botol Sosro, juga tergolong unik, karena tidak berfokus di satu tempat tapi merambah ke semua kalangan baik tua, muda, menengah-atas maupun menengah-bawah. Tidak heran dengan mudahnya di mana-mana dapat ditemukan produk ini. Di kaki lima, warung makan, warteg, nasi padang, restoran, bahkan sekarang McD. Selain itu distribusinya kini juga telah merambah Australia, Vietnam, Brunei Darussalam, California, dan Singapura.
    Sebagai bisnis yang sangat mengandalkan pengembalian botol kosong, Sosro sangat mengerti pentingnya sistem distribusi dua jalur yang rapat, dimana bagian distribusi selalu sigap menyerbu bukan saja wilayah-wilayah pemasaran baru, melainkan juga mengambil kembali botol-botol kosong untuk segera diangkut ke pabrik. Bahkan, menurut sebuah sumber, untuk jaga-jaga, Sosro rela membenamkan investasinya untuk memproduksi botol kosong sebanyak empat hingga lima kali dari jumlah produksi teh botolnya. Di sisi inilah, setidaknya sampai saat ini, belum ada pesaing yang mampu menandingi kesigapan Sosro. Bagi Sosro, mengelola botol adalah segala-galanya.

  3. Brand Image yang kuat
  4. Brand image “Teh Botol Sosro” sudah terlanjur melekat kuat di benak konsumen. Produk ini telah menjadi bagian dari keseharian hidup konsumen di Indonesia. Bahkan karena kuatnya merek ini, masyarakat seringkali mengidentikkan semua jenis minuman teh dalam kemasan dengan nama Teh Botol. Keunikan berikutnya  adalah pada kekakuan dari produk itu sendiri. Seharusnya, sesuai teori pemasaran, konsumen secara alami mengalami perubahan atribut kepuasan seiring berjalannya waktu. Perubahan itu dapat disebabkan karena gaya hidup, kondisi ekonomi, atau kecerdasan yang makin meningkat. Seiring perubahan pasar itu harusnya produk yang dipasarkan menyesuaikan dan mengikuti trend yang ada. Namun yang terjadi pada Teh Botol Sosro justru sebaliknya. Sejak diluncurkan pada tahun 1970an, produk ini baik dari segi rasa, logo maupun penampilan tidak mengalami perubahan yang signifikan.

  5. Keberhasilan Slogan
  6. Pemilihan slogan yang kreatif dan kuat memang cukup penting, untuk meninggalkan citra yang kuat pada konsumen. Inilah yang dilakukan oleh Sosro melalui slogan terbarunya sekarang, “apapun makannya, minumnya Teh Botol Sosro”. Slogan yang diungkapkan dalam setiap iklannya baik melalui media cetak maupun elektronik ini tampaknya secara tidak langsung tertanam dan cukup berhasil meninggalkan citra yang kuat di benak konsumen. Selain itu, adapula slogan Sosro lainnya seperti, “Sosro ahlinya teh” yang memang bukan sekedar omong kosong belaka. Tak berlebihan memang slogan-slogan tersebut melihat dominasi Teh Botol Sosro yang menguasai lebih dari 30% pasar minuman dalam kemasan.

  7. Menciptakan alternatif produk untuk menghadapi persaingan
  8. Ketika dominasi Teh Botol Sosro berusaha digoyang oleh Coca-Cola yang meluncurkan Frestea, serta Pepsi dengan Tekita, Sosro mampu menjawabnya dengan elegan. Sosro tidak mau serta merta melawan secara frontal serangan itu, melainkan memindahkan daerah pertempuran dengan menciptakan merek baru, Fruit tea. Dan Fruit tea inilah yang “ditugaskan” melawan kedua merek dari perusahaan multinasional tersebut. Upaya tersebut tampaknya berhasil karena konsumen cenderung mempersepsikan ketiga merek tersebut “ Frestea, Tekita dan Fruit tea“ berada dalam kelas atau kategori produk yang sejenis. Pada saat bersamaan, Teh Botol Sosro terus melenggang sendiri tanpa pesaing yang berarti.

About these ads

3 Comments »

  1. Nice article. Sosro akan semakin memiliki market share yang sangat luas, terlebih saat ini dia telah menjadi owner dari Mc Donald Indonesia dimana mulai untuk beberapa waktu ke depan, Mc Donald Indonesia akan menjual minuman Sosro group baik Teh Botol Sosro, Joy Tea, Fruit Tea dan Tebs

    Comment by Andi — 6 January 2010 @ 12:18 | Reply

  2. Gw mo nanggapi comment Andi, meskipun minuman dari sosro group akan dijual di McD tetapi di lain pihak mungkin market share Sosro di segmen menengah bawah akan digerogoti oleh Teh Poci atau Teh Tong Dji yang makin banyak menjual teh dalam bentuk package yang menarik

    Comment by Flower^girl — 6 January 2010 @ 12:22 | Reply

  3. Kekuatan Sosro di distribusinya, sehingga akan sulit bagi Teh Poci atau Teh Tong Dji untuk “menggerogoti” pasar Teh Botol, tergelitik pun mungkin tidak. Kecuali kedua merek tersebut bisa menyamai kekuatan distribusi Teh Botol. Selain itu harga jual ke pedagang eceran juga sangat murah, hanya Rp. 800 (isi saja), yg dijual kembali seharga Rp. 2000 s/d Rp. 3000, keuntungan yg didapat sangat menarik. Ini juga menjadi kekuatan Sosro.

    Comment by Sith — 21 January 2010 @ 14:23 | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Rubric Theme Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: